Buku-bukunya Stephenie Meyer unik ya. Yang serial Twilight itu loh. Judul2nya ; Twilight, New Moon, Eclipse, Breaking Dawn.
Ngebahas tentang legenda yang umum di dunia Barat sana. Tentang vampir dan juga manusia serigala. Karna ngebahas kisah cinta yang aneh (antar manusia, vampir dan juga werewolf), makanya buku ini jadi menarik.
Sama kaya buku2nya J.K Rowling yang laris manis gara2 ngebahas tentang tema yang ga umum. Dunia yang bukan dunia manusia biasa. Dunia para penyihir.
Tapi, setelah baca2 sampe buku ke-empat (Breaking Dawn), barulah aku sadar perbedaan yang jelas banget antara Stephenie Meyer sama Rowling. Bedanya adalah .. Rowling adalah tipe penulis yang ‘tegaan’. Ga peduli sama perasaan para pembacanya. Kalo menurutnya dalam pertarungan itu harus ada yang mati, ya dibikinnyalah mati si tokoh itu. Untuk membuat gambaran gimana sebenernya seremnya pertarungan para witches itu. Yang bisa berakibat kepada kematian. Dari awal aja udah dibikinnya orang tua si tokoh utama mati. Abis itu, si ayah baptis. Terus si kepala sekolah. Terakhir, si guru paling jahat (yg sebenernya juga melindungi). Dibikin mati juga.
Sementara si Meyer ga gitu. Walopun Bella, si tokoh utama -yang adalah manusia-, menjalin hubungan sama si vampir dan temenan sama si werewolf. But, nothing is happened. Ga ada satupun kematian baik dari pihak Bella dan manusia laen sebagai orang dekatnya. Ataupun dari pihak Edward dan keluarga vampirnya. Ataupun dari pihak Jacob dan keluarga werewolf nya. Nothing. Semua aman2 aja. Sampe buku keempat tamat.
Walopun seseru apapun beda pendapatnya. Seheboh apapun berantemnya. Setegang apapun pertarungannya. Teteup. Ntar2nya pasti happy ending. Si Bella akhirnya jadian sama Edward si vampir tanpa harus ada leher yang jadi korban. Jacob si werewolf yang tadinya mau saling bunuh dengan Edward malah akhirnya jadi temenan sama seluruh keluarganya si Edward. Si Jacob yang berselisih pendapat dengan keluarga werewolf (atau dibuku keempat malah disebut sebagai shape-shifter, bukan werewolf), malah akhirnya bisa menyatukan keluarga besar mereka dengan keluarga besar vampir. Pokoknya happy ending.
Di buku keempat, malah si Jacob ternyata adalah imprint (saling jodoh sejak pandangan pertama) dari anak Bella dan Edward. Jadi, lengkaplah mereka. Persatuan antara (mantan) manusia, vampir, manusia serigala, dan bayi setengah manusia setengah vampir. Happy .. happy .. happy ..
Memang sih, ada korban. Ada yang mati. Tapi, selalu dari pihak lawan. Ataupun pihak keluarga (jauh) yang memposisikan diri di pihak lawan. Jadi, ga ngaruh lah.
Jadinya .. ya gitu deh. Cerita mengalir lancar. Menarik dan tegang. Tapi .. begitu bukunya tamat dibaca, perasan kita jadi lega dan happy. Bagus sih. Tapi .. apa ga jadi gampang ketebak akhir ceritanya ya ? Ya iyalah. Empat bukunya happy ending kok. Ntar kita liat aja ya. Kalo ada buku kelimanya. Masih happy ending ga ? Kayanya sih iya lah.