Baru aja pulang dari bioskop. Kami sekeluarga (aku, my hubby, Adro dan Diero) nonton Laskar Pelangi. Film yang tokoh2 utamanya adalah anak2. Aktingnya bagus. Natural. Didukung oleh alam Belitung yang indah. Jadinya adalah sebuah film yang bagus banget.
Film yang bener2 mengaduk2 perasaan. Sebentar kita ikut tertawa karena tingkah atau komentar polos dari anak2 itu. Sebentar kita dibuat kagum. Dan detik berikutnya, kita terharu dan nangis.
Thanks to Andrea Hirata yang udah ngebuka mata kita tentang kenyataan hidup yang kadang pahit buat diterima. Bahwa ada saudara sebangsa kita yang hidupnya sedemikian susah. Yang ga punya pilihan. Yang harus berusaha lebih keras ketimbang anak2 seusianya di daerah laen untuk ngedapetin hak anak yaitu belajar.
Dengan nonton film ini, se-enggak2nya, aku bisa ngerti hal2 yang ga jelas waktu baca bukunya. Bahwa ternyata bu Mus emang cuma ngajar kelasnya Ikal. Karena kelas itulah yang terakhir. Ga ada lagi anak didik sesudah angkatan kelas itu. Pantesan Bu Mus bisa ngajar seluruh mata pelajaran.
Trus, kenapa Lintang harus drop-out setelah ayahnya meninggal. Ternyata Lintang adalah seorang piatu. Jadi, dia bener2 memang (dipaksa) harus jadi kepala keluarga. Nyari nafkah untuk dia dan dua orang adek perempuannya.
Sesudah nonton film ini, yang kepikir adalah .. gimana caranya nolong anak2 yang bernasib kaya Lintang. Bisa ga kita ngebantu biar anak2 dari keluarga ga mampu bisa belajar dan namatin sekolahnya, jadi nantinya hidupnya bisa lebih baik. Mungkin ga perlu pergi jauh2 ke pulau2 kecil kaya Belitung. Liat dulu kiri kanan. Kayanya sih, banyak anak pinter yang nasibnya ga beruntung di lingkungan kita. Sama kaya si Lintang.
Dan salut buat bu Mus dan pak Kepala Sekolah yang berhati tulus. Yang ga ngejar materi. Yang ikhlas niatnya pengen ngajar anak2 ga mampu di kampungnya. Betapa besar jasa mereka. Mereka bener2 guru2 hebat yang menghasilkan orang2 yang luar biasa.
Once again, thanks to Andrea Hirata. Yang telah nyadarin kita bahwa masih banyak yang harus kita perbuat untuk nolong sesama. Dan untuk lebih bersukur atas berkah dan nikmat yang sudah diberi Tuhan selama ini.
Ada dua tagline yang di-emphasize di film ini. Yaitu ..
Banyak2lah memberi. Jangan banyak menerima.
dan ..
Jangan mudah menyerah.
Semoga setelah hari ini, ga akan ada lagi anak2 yang harus keputus sekolahnya karena alasan ekonomi. Amiiin ..


PertamaxX
ah, daku belum sempet nontong…
belum sempet nonton. Tapi harus nonton
Udah nonton, tapi caknyo nak nonton lagi
MANTAP ABIEZ